SURVEY PEMILIHAN PRESIDEN
Rabu, 28 September 2016
SURVEY PEMILIHAN PRESIDEN
Institute Studi Kewarganegaraan saat ini sedang menyelenggarakan sebah survey apaila saat ini dilaksanakan Pemilihan Presiden dengan Calon Presiden adalah seluruh Preisden Indonesia yang pernah menjabat di Indonesia.
Terima kasih atas partisipasi anda,
Hoarmat kami,
Institute Studi Kewarganegaraan
FERIYANSYAH, M.Pd.
POLA MAKANAN SEIMBANG MEWUJUDKAN GENERASIMUDA YANG SEHAT
Rabu, 27 Juli 2016
OLEH
ILHAM
ISLIYANSYAH
5133142016
Jurusan
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas
Teknik, Universitas Negeri Medan
PENGANTAR : MENCIPTAKAN NEGARA YANG KUAT DENGAN WARGA YANG SEHAT
OLEH FERIYANSYAH, M.PD.Dibawah ini merupakan tulisan dari hasil tugas mahasiswa saya dalam mata kuliah PKn MKU di Universitas Medan Jurusan Tata Boga. Diksursus Kewarganegaraan tidak lepas dari usaha pencerdasan warga. Untuk mewujudkan warga yang cerdas harus di dukung oleh kondisi fisik yang prima, fisik yang prima didukung oleh asupan dan pola makan yang jelas bergizi, khususnya ketika masa perkembangan. Keluarga menengah ketas pasti mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya, maa jangan heran ketika anak-anak orang menengah ketas lebih mumpuni dalam kecerdasan kerena di dukung asupan gizi yang sesuai. Bagaimana anak-anak kelompok warga yang termarjinalkan ? yang keseharian untuk bertahan hidup, yang penting makan, tidak memahami apakah makanan itu bergizi atau tidak. Kecerdasan warga dalam bidang ke-bogaan menjadi kajian menarik dalam perkuliahan di kelas Tataboga Unimed. Terima kasih Selamat Membaca.
ABSTRAK
Keberhasilan pembangunan suatu bangsa
ditentukan oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia yang Sehat dan berkualitas,
generasi muda yang sehat memiliki fisik yang tangguh,
mental yang kuat, kesehatan yang prima, serta cerdas. Bukti empiris menunjukkan
bahwa hal ini sangat ditentukan oleh status gizi yang baik, dan status gizi
yang baik ditentukan oleh jumlah asupan pangan yang dikonsumsi. (Unicef, 1990).
Ternyata pola hidup sehat adalah
sesuatu hal yang harus diperjuangkan dengan sesungguh hati dan membutuhkan
komitment tinggi selama kita hidup , karena taruhannya adalah kesehatan diri
sendiri . Seperti yang sering dikatakan bahwa ” Bagaimana kualitas kesehatan,
adalah manifestasi dengan apa yang kita makan selama ini. Kesehatan anak
dimulai dari asupan makanan di pagi hari. Anak-anak yang mengkonsumsi sarapan
tiap harinya akan menjadi lebih kreatif, memiliki kemampuan memecahkan masalah,
serta kesadaran emosi dan perilaku yang lebih baik.
Namun
sayangnya, tidak banyak keluarga di area terpencil yang bisa mendapatkan
makanan sehat. Berdasarkan studi dari Food and Agriculture Organization of the
United Nations, keluarga dengan pendapatan rendah cenderung tidak mampu
memberikan makanan sehat untuk anak mereka seperti telur, sayur mayur, dan
daging dibandingkan dengan keluarga dengan penghasilan yang lebih tinggi.
Kata kunci : Pola Makan Seimbang,
Generasi Muda, Sehat
PENDAHULUAN
Pembangunan suatu bangsa merupakan upaya
pemerintah bersama masyarakat dalam mensejahterakan bangsa. Keberhasilan
pembangunan nasional ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Kesehatan,
pendidikan, dan ekonomi merupakan tiga pilar utama penentu kualitas Sumber Daya
Manusia (SDM) di Indonesia.
Pemilihan
jenis makanan yang sehat akan berpengaruh pada kesehatan anda. “Dalam
sehari,untuk memenuhi gizi yang seimbang Anda harus mengonsumsi makanan sumber
karbohidrat, protein, lemak, vitamindan mineral, “kata Prof.Made. Setiap gizi
ini terdapat di dalam jenis makanan yang berebeda-beda. Maka, perhatikanlah
kandunga zat yang terkandung di dalam makanan sehingga Anda akan lebih mudah
mengatur menu makanan yang akan diasup.
KARBOHIDRAT .
Ini merupakan sumber energi atau kalori utama bagi tubuh. Karbohidrat dapat
ditemukan dalam berbagai jenis makanan dan minuman . Terdapat dua macam
karbohidrat, yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana .Karbohidrat
kompleks memberikan energi yang lebih lama bagi tubuh karena diserap secara
perlahan oleh tubuh. Sumber karbohidrat kompleks antara lain beras, jagung,
sereal, oat, roti, tepung,mi,dan pasta. Sedangkan karbohidrat sederhana
memiliki sifat dicerna segera untuk menghasilkan energi saat itu. Gula, selai,
dan permen merupakan contoh karbohidrat sederhana. Sehingga, pilihlah makanan
sumber karbohidrat kompleks untuk memenuhi kebutuhan energi Anda sehari-hari.
LEMAK Kandungan
yangbiasa disebut dengan lipid,menghasilkan energi paling banyak
diantara zat gizi makro lainnya dan merupakan bentuk utama simpanan energi
tubuh. Lemak juga membantu tubuh menyerap vitamin yang larut lemak
seperti vitamin A,D, E, dan K. Banyak sumber makanan yang mengandung lemak
dengan jumlah yang berbeda-beda. Sumber lemak tidak jenuh sehat di antaranya
adalah minyak zaitun, canola, kacang kedelai, jagung, sunflower, kacang,
dan minyak sayur Lainnya; mentega bebas Lemak trans; kacang kacangan, kecambah
,dan avocad; serta ikan berlemak seperti salmon. Pola konsumsi yang
yang terlalu rendah lemak, kurang dari 20% kalori, dapat meningkatkan risiko
tidak cukupnya asupan vitamin E dan asam lemak esensial.
PROTEIN
Ini adalah komponen structural utama dari jaringan lunak, organ,dan otot. Asam
amino yang terkandung di dalam protein diperlukan untuk menghasilkan dan
memelihara selaput sel,hormon, sel darah, sel tubuh, kekebalan, dan enzim yang
penting bagi proses tubuh seperti pencernaan makanan. Protein banyak terdapat
dalam sumber makanan hewani dan nabati. Ikan, unggas, dan telur merupakan
sumber protein penting. Ikan kaya dengan lemak omega 3. Ayam dan kalkun
juga merupakan sumber protein yang baik dan rendah lemakjenuh. Kacang kacangan
kering, kacang-kacangan polong, kacang-kaca ngan, kedelai, dan biji-bijian utuh
(wholegrains) adalah sumber protein nabati.
VITAMIN
& MINERAL Meskih hanya dibutuhkan dalam jumlah yang
sedikit, vitamin dan mineral merupakan zat gizi yang cukup penting bagi tubuh.
Vitamin dan mineral banyak ditemukan pada buah buahan dan sayuran. Konsumsi
sayur dan buah secara rutin dapat menurunkan risiko serangan jantung atau stroke,
melindungi dari berbagai jenis kanker, tekanan darah yang normal,dan banyak penyakit
lainnya. Mineral seperti kalsium bisa didapatkan pada produk susu. Kebutuhan
vitamin D yang tidak terpenuhi dari asupan makanan sehari-hari dapat dipenuhi
dengan suplementasi vitamin D.
Generasi muda sekarang ini menjadi bahan pembicaraan oleh
semua kalangan masyarakat, karena generasi muda adalah generasi penerus bangsa
yang nantinya sebagai pemegang nasib bangsa ini, maka generasi mudalah yang
menentukan semua apa yang dicita-citakan bangsa dan Negara ini.
Kata ”Generasi” sebagaimana sering
diungkapkan dengan istilah “angkatan “seperti ; angkatan 66, angkatan 45, dan
lain sebagainya. Pengertian generasi menurut Prof. Dr Sartono Kartadiharjo :
“ditinjau dari dimensi waktu, semua yang ada pada lokasi sosial itu dapat
dipandang sebagai generasi, sedangkan menurut Auguste Comte ( Pelopor sosiologi
modern ) : “generasi adalah jangka waktu kehidupan sosial manusia yang
didasarkan pada dorongan keterikatan pada pokok-pokok pikiran yang
asasi”.Menurut John Stuart Mill dalam bukunya Endang Sumantri ; “Generasi yaitu
setiap
RUMUSAN
MASALAH
1. Apa
yang dimaksud dengan pola makanan yang seimbang ?
2. bagaimana cara mewujudkan generasi
muda yang sehat?
PEMBAHASAN
Pengertian Pola Makan Sehat Pola makan sehat adalah pengaturan
makanan dengan mempertimbangkan asupan kandungan zat gizi di dalamnya. Gizi
adalah sari makanan yang bermanfaat untuk kesehatan, dan zat gizi terdapat
dalam makanan yang berasal dari hewan (hewani) dan tumbuh-tumbuhan (nabati).
Tiga zat gizi yang utama dan diperlukan tubuh adalah karbohidrat, protein, dan lemak.
Ketiganya kerap disebut sebagai zat gizi makro. Sementara itu, zat gizi lainnya
yang tak kalah penting adalah vitamin dan mineral, yang disebut juga dengan zat
gizi mikro. Selain kedua kelompok zat gizi tersebut, tubuh kita juga memerlukan
air dan serat untuk memperlancar proses metabolisme. Karena itulah, pola
makan sehat mensyaratkan untuk mengonsumsi aneka ragam makanan untuk
mendapatkan semua zat gizi yang diperlukan tubuh.
Kekurangan
salah satu unsur zat gizi akan menyebabkan tubuh kita mengalami gangguan atau
menderita penyakit. Begitu pun sebaliknya, kelebihan gizi akan menyebabkan
gangguan kesehatan. Itu sebabnya kita perlu menerapkan pola makan seimbang
dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. Makanan dengan gizi seimbang dalam pola
makan sehat adalah makanan yang mengandung:
- Zat tenaga (kalori) diperlukan
untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Zat ini sebagian besar didapatkan
dari karbohidrat dan lemak, hanya sedikit dari protein. Bahan makanan
sumber zat tenaga dan karbohidrat antara lain beras, jagung, gandum, ubi
jalar, kentang, sagu, roti, mie, pasta, makaroni, dan tepung-tepungan. Zat
tenaga juga bisa didapat dari gula murni yaitu sukrosa, glukosa, atau
laktosa. Sementara itu, sumber zat tenaga dan lemak antara lain lemak
hewani, minyak, santan, margarin, dan mentega.
- Zat pembangun (protein) penting
untuk pertumbuhan dan mengganli sel-sel yang rusak. Protein kebanyakan
didapat dari bahan makanan hewani seperti daging, ikan, ayam, telur,
udang, kerang sari, keju, susu, dan lain-lain.
- Zat pengatur berperan
dalam kelancaran proses metabolisme atau bekerjanya fungsi organ tubuh.
Zat ini ditemukan pada semua sayuran dan buah yang mengandung berbagai vitamin
dan mineral.
Selain zat gizi yang telah
dipaparkan di atas, tubuh kita juga memerlukan serat. Selain untuk memperlancar
metabolisme, serat juga berfungsi memenuhi rongga perut (bulky),
memperlancar proses buang air besar, dan memengaruhi penyerapan zat gizi dalam
usus. Serat juga berikatan dengan asam empedu yang mengandung kolesterol lalu
mengeluarkannya dari tubuh melalui feses, sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol.
Generasi muda sekarang ini menjadi bahan pembicaraan oleh
semua kalangan masyarakat, karena generasi muda adalah generasi penerus bangsa
yang nantinya sebagai pemegang nasib bangsa ini, maka generasi mudalah yang
menentukan semua apa yang dicita-citakan bangsa dan Negara ini.
Kata ”Generasi” sebagaimana sering diungkapkan dengan
istilah “angkatan “seperti ; angkatan 66, angkatan 45, dan lain sebagainya.
Pengertian generasi menurut Prof. Dr Sartono Kartadiharjo : “ditinjau dari
dimensi waktu, semua yang ada pada lokasi sosial itu dapat dipandang sebagai
generasi, sedangkan menurut Auguste Comte ( Pelopor sosiologi modern ) :
“generasi adalah jangka waktu kehidupan sosial manusia yang didasarkan pada
dorongan keterikatan pada pokok-pokok pikiran yang asasi”.Menurut John Stuart
Mill dalam bukunya Endang Sumantri ; “Generasi yaitu setiap.
Demi mewujudkan generasi sehat
seharusnya memberikan gizi yang cukup saat sebelum belaksanakan kegiatan yang
membangun bangasa, seperti menyiapkan sarapan sebelum pergi sekolah, dll.
Dengan demikian akan terwujudnya generasi muda yang sehat dan cerdas.
KESIMPULAN
Keberhasilan pembangunan negeri
dengan pola makan generasi yang sehat yang di upayakan oleh pemerintah
dan masyarakat sangat ditentukan oleh generasi muda yang sehat agar bangsa bisa
maju. Dengan pola makanan yang sehat berkualitas diisikan dengan fisik yang
tangguh, kesehatan yang prima, dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi.
Untuk menciptakan fisik yang tangguh dan kesehatan yang prima dimulai
dari kesehatan ibu selama masa kehamilan dijaga dari asupan gizi makanan yang dikonsusmsi setiap
harinya sehingga melahirkan generasi muda yang sehat dan cerdas memiliki ilmu
pengetahuan serta dapat bersaing di bidang teknologi dan terus meningkatkan
kualitas Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Ali Khomsan. 2004. Peranan Pangan dan Gizi Untuk Kualitas Hidup. Jakarta: PT Grasindo.
DEPKES. 2000. Profil Kesehatan
Indonesia 2000. Jakarta: Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI.
Ali
Khomsan. 2004. Peranan Pangan dan Gizi
Untuk Kualitas Hidup. Jakarta: PT Grasindo.
Memaknai Piagam Jakarta
Selasa, 21 Juni 2016
Sudah 71 Tahun, lahir sebuah piagam tentanag spirit revolusi kemanusiaan, manusia yang merdeka tanpa memilih apa agamanya, revolusi toleransi, dimana kita lebih maknai islam yang lebih substansi dalam berbangsa dan bernegara. Tapi sejarah tidak pernah lupa bahwa para pendiri bangsa ini memiliki pemikiran yang sangat revolusioner.
Sudah 71 Tahun, Para Pendiri Bangsa Indonesia memperhatikan dunia dengan praktik penjajahan yang menghilangkan kemanusiaan manusia dan rasa keadilan. Mereka memberikan semangat bahwa dunia harus mengehentikan praktik kolonilaisme yang menginjak-injak martabat manusia. (ALINEA I)
Sudah 71 Tahun, mereka telah mengantarkan kita hanya kedepan pintu gerbang kemerdekaan, karena pada hakikatnya kemerdekaan sesungguhnya harus dijalankan sepanjang nafas bangsa ini, bangsa Indonesia, MAKA REVOLUSI INDONESIA BELUM SELESAI (ALINEA II)
Sudah 71 Tahun mereka mengajarkan keluhuran akhlak dan karakter bangsa Indonesia, bahwa perjuangan harus disertai rasa syukur kehadirat Allah SWT (Tuhan yang Maha Esa). Karena Ke-Tuhan-an akan melahirkan kehidupan yang membebaskan manusia dari kebodohan. MAKA BANGSA INDONESIA MENJADI BANGSA YANG SANTUN (ALINEA III)
Sudah 71 Tahunmereka mengajarkan bahwa kemerdekaan itu harus di isi dengan kecerdasan dari anak bangsa agar bisa BERKHIDMAT secara BIJAKSANA dalam mewujudkan kemakmuran . Karena KEADILAN dan KEMAKMURAN akan hadir melalui orang-orang yang BER-KE-TUHAN-AN, BER-KEMANUSIAAN YANG BERADAB, NASIONALISME SEJATI, karena mereka yang akan BerKHIDMAT secara BIJAKSANA Kepada RAKYAT untuk KEADILAN
Refleksi dari Piagam Jakarta-- Jakarta Charter
GENTLEMAN AGREEMENT form INDONESIA PEOPLE
Jakarta, 22 Juni 1945
GENTLEMAN AGREEMENT form INDONESIA PEOPLE
Jakarta, 22 Juni 1945
Medan, 22 Juni 2016
FERIYANSYAH, M.Pd
FERIYANSYAH, M.Pd
Beberapa Diskursus Kewarganegaraan
Sabtu, 11 Juni 2016
Oleh
Feriyansyah
Dalam beberapa referensi ditemukan beberapa diskursus kewarganegaraan, Hal ini menunjukkan bahwa kajian kewarganegaraan memiliki banyak bidang kajian yang bisa dikembangkan oleh akademisi kewarganegaraan. Berikut beberapa diskurus yang ada dalam buku Kivisto yang berjudul diskursus kewarganegaraan dan prospek masa depan :
1. World citizenship/ Kewarganegaraan dunia
(Heater 2002),
/
Heater,
Derek. 2002. World Citizenship: Cosmopolitan Thinking and Its Opponents.London:
Continuum.
2. Global citizenship/ Kewarganegaraan global (Falk 1994),
Falk,
Richard. 1994. “The Making of Global Citizenship,” pp. 42–61 in Bart Van Steenbergen
(ed.), The Condition of Citizenship. London: Sage.
3. Universal citizenship/ kewarganegaraan universal (Young 1989),
Young,
Iris Marion. 1989. “Polity and Group Difference: A Critique of the Ideal of
Universal Citizenship.” Ethics, 99 (January): 250–74.
4. Cosmopolitan citizenship/ kewarganegaraan kosmopolitan (Linlater 1998),
Linkater,
Andrew. 1998. “Cosmopolitan Citizenship.” Citizenship Studies, 2(1): 23–41.
5. Multiple citizenship kewarganegaraan ganda-majemuk (Held 1995),/
Held,
David. 1995. Democracy and the Global Order: From the Modern State to Cosmopolitan
Governance. Cambridge:
Polity Press.
6. postnational citizenship/ kewarganegaraan pasca-nasional (Soysal 1994),
Soysal,
Yasemin. 1994. Limits of Citizenship: Migrants and Postnational Membership in
Europe. Chicago,
IL: University of Chicago Press.
7. transnational citizenship/ kewarganegaraan transnasional (Johnston 2001),
Johnston, Paul. 2001. “The
Emergence of Transnational Citizenship among Mexican Immigrants in California,”
pp. 253–77 in T. Alexander Aleinikoff and Douglas Klusmeyer (eds.), Citizenship
Today: Global Perspectives and Practices.Washington, DC: Carnegie Endowment
for International Peace.
8. dual citizenship/dwi kewarganegaraan
(Miller 1991),
Miller,
Mark J. 1991. “Dual Citizenship: A European Norm?” International Migration
Review,
33(4): 945–50.
9. nested citizenship/ kewarganegaraan terbatas (Faist 2000a and 2000b),
Faist,
Thomas. 2000a. “Social Citizenship in the European Union: Residual Post- National,
and Nested Membership?” Institute für Interkulturelle and Internationale Studien,
Arbeitspapier Wr.
17/2000.
10. multilayered citizenship/ kewarganegaraan berlapis (Yuval-Davis 2000),
Yuval-Davis,
Nira. 2000. “Multi-layered Citizenship and the Boundaries of the ‘Nation-State.’
” International Social Science Review, 1(1): 112–27.
11. cultural citizenship/ kewarganegaraan cultural(Stevenson 1997),
Stevenson, Nick. 1997.
“Globalization, Natural Cultures, and Cultural Citizenship.” The
Sociological Quarterly,
38(1): 41–66.
12. multicultural citizenship/ Kewarganegaraan Multikultural (Delgado-Moreira 2000),
Delgado-Moreira, Juan M. 2000. Multicultural
Citizenship of the European Union. Aldershot, UK: Ashgate.
13. cyber citizenship/ Kewargaan siber (Tambini
1997),
Tambini,
Damian. 1997. “Universal Cybercitizenship,” pp. 84–109 in R. Tsagarousiannou,
D. Tambini, and C. Bryan (eds.), Cyberdemocracy: Technology, Cities,
and Civic Networks. London:
Routledge.
14. environmental citizenship/ kewarganegaraan lingkungan (Jelin 2000),
Jelin,
Elizabeth. 2000. “Towards a Global Environmental Citizenship.” Citizenship Studies, 4(1): 47–63.
15. feminist citizenship/ kewarganegaraan feminis (Lister 1997),
Lister,
Ruth. 1997. Citizenship: Feminist Perspectives. New York: New York University
Press.
16. gendered citizenship/ kewarganegaraan bermuatan gender (Seidman 1999),
Seidman,
Gay. 1999. “Gendered Citizenship: South Africa’s Democratic Transformation and
the Constitution of a Gendered State.” Gender & Society, 13(3): 287–307.
17. flexible citizenship/ kewarganegaraan flexible/ supel (Ong 1999),
Ong,
Aihwa. 1999. Flexible Citizenship: The Cultural Logic of Transnationality. Durham,
NC: Duke University Press.
18. traditional citizenship/ Kewarganegaraan tradisional(Bloemraad 2004),
Bloemraad,
Irene. 2004. “Who Claims Dual Citizenship? The Limits of Postnationalism, the
Possibilities of Transnationalism, and the Persistence of Traditional Citizenship.”
International Migration Review, 38(2): 389–426.
19. intimate citizenship/ Kewarganeagraan keintiman (Plummer 2003), and
Plummer,
Ken. 2003. Intimate Citizenship: Private Decisions and Public Dialogues. Seattle:
University of Washington Press.
20. protective citizenship/ Kewarganegaraan protektif (Gilbertson and Singer 2003)
And the list could go on.
Gilbertson,
Greta and Audrey Singer. 2003. “The Emergence of Protective Citizenship in
the USA: Naturalization among Dominican Immigrants in the Post-1966 Welfare
Reform Era.” Ethnic and Racial Studies, 26(1): 25–51.
Selain 20 diskursus kewargenagaraan diatas penulis juga menemukan lagi beberapa diskursus kewarganeagraan yaitu :
21. Digital citizenship/ Kewarganegaraan Digital (Karen Mossberger)
22. Inclusive citizenship/ Kewarganegaraan inklusif (Naila Kabeer)
23. Social citizenship (T.H. Marshall)
Feriyansyah, merupakan inisiator Institut Studi Kewarganegaraan
Ujian Akhir Semester Konsep Dasar PKn SD 2016 : Feriyansyah M.Pd.
Selasa, 17 Mei 2016
Sebagai usaha untuk membentuk budaya digital di kalangan mahasiswa, mata kuliah Konsep Dasar PKn akan dilakukan ujian On-line (Daring),
- Ujian ini akan berlangsung selama 4 hari 18-21 Mei 2016 sampai pukul 18:00 WIB
- Di luar waktu itu maka mahasiswa yang bersangkutan tidak berhak menandatangani DPNA.
- Jawaban yang diterima adalah jawaban yang pertama kali diunggah oleh peserta ujian. (cermat dalam mengisi form jawaban).
- Penandatanganan DPNA seluruh kelas dilakukan pada hari Senin 23 Mei 2016 di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan, tempat kondisional.
- Jawablah dengan bahasa dan ide sendiri!
Selamat Ujian Semoga Bermanfaat!
Hormat saya,
Feriyansyah, M.Pd.
Soal Pertama 1. saksikan video berikut....
2. Berikut adalah video tentang generasi emas Indonesia yang akan memimpin Indonesia ketika Indonesia berusia 100 Tahun, tetapi mereka sekarang dalam kondisi BLAST (Bored - Lonely-Angry-Affraid-Affraid-Stress-Tired). Kemukakan gagasan anda sebagai seorang guru pendidikan Sekolah Dasar dalam mendidik generasi BLAST ini menjadi generasi Best..?
3. Berikut adalah gambar remaja yang menduduki patung pahlawan. Pertama, apa tanggapan Anda tentang perilaku remaja itu? kedua, sebagai guru SD apa yang akan Anda lakukan agar anak-anak lebih mengenal sejarah perjuangan bangsa?
4. Silakan tuliskan harapan dan impian Anda tentang masa depan Indonesia dalam beberapa paragraf (sebuah essay singkat)..
5. Silakan tuliskan masukan untuk saya..
Jawablah pertanyaan di atas pada form jawaban yang tersedia di bawah ini!
Langganan:
Postingan (Atom)
Lorem
Please note:
Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.
Ipsum
Please note:
Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.
Dolor
Please note:
Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.