Feriansyach

Dimensi warga negara bukan hanya Hukum dan Politik, tetapi mencakup berbagai dimensi kehidupan sebagai warga negara (Feriyansyah)

Warga Negara Digital

Warga Negara Digital Melahirkan Budaya Kewarganegaraan Baru (Feriyansyah)
 

Perempuan Sebgai Warganegara

Selasa, 13 Desember 2016

Perempuan Sebagai Warganegara
Oleh
Putri Atikah *
Dosen Luar Biasa Politeknik Negeri Medan, 
Alumni Magister Sosiologi USU

Tulisan ini untuk menyambut 35 Tahun Muhammad Iqbal M.Si. 

Dari berbagai kajian kewarganegaraan, sedikit yang melibatkan perempuan di dalamnya. Teoritikus seperti Marshall, Mann dan Turner pun lalai dalam melibatkan perempuan sebagai warganegara. Mann yang dipengaruhi Marxisme, memandang penting kelas ekonomi dalam kewarganegaraan. Sementara Turner, memandang penting identitas etnisitas, ras dan agama dalam isu kewarganegaraan (Faulks, 2012). Namun tidak ada di antaranya yang memandang penting perempuan dalam isu kewarganegaraan.

Perempuan yang diposisikan sebagai kelompok kelas dua setelah laki – laki, dipercayai hanya mampu mengurusi ranah privat; fungsi reproduksi yang diteruskan menjadi fungsi melayani suami dan mengurusi rumah tangga. Sementara laki – laki yang diposisikan sebagai kelompok kelas satu, dipercayai lebih kompeten dan paham tentang urusan publik, termasuk dalam hal politik (baca: negara & kewarganegaraan). Anggapan ini tentu berasal dari pembagian peran laki – laki sebagai pencari nafkah di ruang publik, maka dianggap lebih paham tentang seluk beluk ruang publik.
Dalam isu kewarganegaraan, nasib perempuan nampaknya tak jauh beda dengan nasib para kelas buruh, kelompok ras dan agama minoritas dalam sebuah negara. Perempuan seringkali menjadi korban kelalaian negara, bila tidak mau dibilang korban diskriminasi negara. Misalnya, dalam tulisannya berjudul “Gagasan Manusia Indonesia dan Politik Kewargaan Indonesia Kontemporer”, Robertus Robet melihat ketertindasan perempuan sebagai warganegara melalui peraturan hukum yang merepresi tubuh perempuan. Menurutnya, dengan dalil moralitas dan pencegahan kekerasan seks, berbagai peraturan hukum cenderung merepresi tubuh perempuan, bukan malah memberikan akses keamanan bagi perempuan. Jadi, hak perempuan sebagai wargenegara yang harusnya berhak mendapatkan rasa aman, beralih menjadi kewajiban untuk menjaga “birahi laki - laki”.

Keterwakilan Perempuan dalam Negara

Keterwakilan perempuan dalam lembaga negara diharapkan dapat mewujudkan keadilan bagi perempuan sebagai warganegara. Namun demikian, yang harus dipahami, keterwakilan perempuan tidak hanya keterwakilan secara kuantitatif. Memang dalam konteks masyarakat Indonesia yang masih patriarkhis, keterwakilan perempuan harus dijamin dalam suatu peraturan hukum, misalnya seperti quota 30% untuk perempuan di parlemen.
Namun hal ini masih menimbulkan banyak permasalahan, pertama perempuan sebagai kelompok kelas dua sering kali mengalami banyak hambatan, bukan hanya dari kondisi partai politik yang sering kali didominasi sudut pandang laki – laki, tetapi juga kesulitan meraup suara pemilih yang memandang perempuan sebelah mata. Kedua, alih – alih mewakili kepentingan kaumnya, perempuan sering kali malah dijadikan agen untuk melanjutkan dinasti kekuasaan laki – laki. Beberapa kasus pemilhan kepala daerah, perempuan dijadikan agen untuk meneruskan kekuasaan suaminya yang sudah berkuasa dua periode.
Dalam kondisi seperti ini, perlu dilakukan rekonstruksi maupun dekonstruksi tentang wacana perempuan sebagai warganegara. Negara maupun masyarakat punya peranan penting dalam hal ini. Pertama, pengarusutamaan jender dalam institusi pendidikan punya peranan penting. Bagaimanapun instistusi pendidikan berperan sebagai agen sosialisasi di dalam masyarakat. Pengarusutamaan jender ini diharapkan dapat menciptakan konstruksi berpikir masyarakat yang lebih adil. Kedua, penguatan potensi perempuan. Negara maupun kelompok masyarakat sejenis civil society dapat mengupayakan hal ini. Perempuan yang diposisikan sebagai kelompok ranah privat (rumah tangga) sering kali dianggap tidak kompeten bekerja di institusi negara. Oleh karena itu, akses perempuan terhadap pendidikan harus dibuka selebar – lebarnya. Walaupun pada faktanya, laki – laki yang berada di institusi negara juga banyak yang tidak kompeten, namun untuk mewujudkan perjuangan perempuan,  penguatan potensi perempuan adalah sebuah keharusan. Inilah yang akan membuat signifikansi keterwakilan perempuan di dalam institusi negara. Upaya ini diharapkan dapat mendukung keterwakilan perempuan dalam institusi negara untuk mewujudkan keadilan.

Bagaimanapun, perempuan seperti halnya laki – laki harusnya memiliki hak yang sama sebagai warganegara. Untuk mewujudkan ini, memang perlu dilakukan pula berbagai kajian kewarganegaraan yang lebih peduli pada perempuan. Kajian – kajian tersebut diharapkan dapat mendorong perwujudan keadilan bagi perempuan sebagai warganegara. Karena pada kenyataannya, perjuangan keadilan bagi perempuan sama pentingnya dengan perjuangan kaum buruh, kaum petani, kaum minoritas dan kaum terindas lainnya.

WARGA (TANPA) NEGARA

Senin, 12 Desember 2016

WARGA (TANPA) NEGARA
Oleh
Feriyansyah *
*Penulis merupakan Dosen Kewargaan FIP Unimed
**Tulisan ini menyambut 35 Tahun Muhammad Iqbal, S.Sos., M.Si. 12 Desember 2016

Perkembangan ilmu sosial dewasa ini mengalami perkembangan yang sangat menakjubkan. Kajian-kajian ilmu sosial melintasi kajian yang kaku dan rigid. Kajian kewarganegaraan merupakan suatu kajian yang normatif tentang status sebagai warga negara. Status seseorang sebagai warga negara akankah menghilangkan dimensi sosial dari warga itu sendiri. 

Tulisan ini menocba menggambarkan bagaiaman konteks manusia sebagai warga dipandang dari pisau analisis sosiologi khususnya analisis post-strukturalis (Post-modern). Kajian ini tidak lepas dari perkembangan manusia sebagai makhluk sosial sekaligus makhluk individu. Perdebatan antara kemerdekaan Individu yang diatur oleh hegemoni negara. Dalam beberapa diskusi oleh Muhammad iqbal, ada beberapa hal yang menjadi ketertarikan bagi penulis untuk mengkaji studi kewarganegara dari pisau analisis sosiologi.
T.H. Marshal merupakan punggawa awal dari kajian kewarganegaran di dunia. T.H. Marshal memperkenal konsep kewargaan sosial. tetapi era kejayaan modern yang strukturalis maka kajian kewarganegaraan lebih kepada pendekatan positivistik melalui kajian hukum, sebagai dampak status warga negara sebagai bentuk status warga seorang Individu. 

Dewasa ini seorang individu sebagai seorang manusia yang dikenal identitiasnya sebagai seorang warga mengalami fenomena yang paradox. Ternyata tidak semua manusia dapat masuk dalam status sebagai seorang warga negara. Ada manusia yang tidak dianggap manusia ataupun warga. Hal ini menjadi kajian menarik ketika mencoba melakukan analisis dari konsep homo Sacer yang diperkenalkan oleh giorgio Agamben.

Selanjutnya,
kajian tentan kewarganegaraan semakin menarik ketika mencoba memakai pisau analisis Michel Foucault, Pierre Bourdiue, dan Jean Baudrillard  yang diusing untuk mebongkar rezim kepastian dalam pemikiran kritis post Strukturalis dalam buku Haryatmoko. Negara tidak dapat lagi dipandanga sebagai sebuah lembaga yang penuh kebijaksanaan. Negara harus dihadapi dengan kecurigaan dengan kekuasaan yang melekat dari dirinya. Negara akan memproduksi kebenran menurut sudut pandang pandangan negara, bukan dari sudut warga. Saat ini saya lebih cocok menggunkan istilah kewargaan dari pada kewarganegaraan karena saya ingin mendekontruksi kembali hubungan antara warga dan negara. 

Kajian kewargaan, menjadi sebuah lapangan kajian yang kian seksi ketika kita mencoba menggunakan pendekatan analisis Wacana Kritis, sehingga, kajian kewargaan jelas harus berpihak kepada warga untuk mebongkar hegemoni kepastian dan kebenaran yang diproduksi oleh negara. Sehingga, dekontruksi terhadap kebenaran pengetahuan yang diproduksi negara akan di kritisi oleh warga sehingga warga tersadar bahwa mereka sedang dibentuk sebagaimana konsep disiplin dan tbuh Foucault. Warga juga harus terbebas dari Panoptik yang seakan-akan melahirkan ketakukan bagi warga untuk mengkritisi negara. 

Warga negara merupakan sebuah entitias yang merdeka dari berbagai hegemoni. Negara sebagai sebuah Republik perlu menjaga mana bagian private warga dan urusan publik warga. Negara tidak bisa lagi menjadi lembga yang memperdaya warga bahkan membodhi warga. Negara terbentuk oleh warga bukan sebaliknya seorang warga terbentuk oleh negara. 

Tulisan ini merupakan bentuk, penghargaan akan diskusi-diskusi yang dilakukan oleh penulis oleh Muhammad Iqbal sebagai seorang sosiolog (Sosiologi Pendidikan) seorang Soiologi Kewargaan. smeoga kajian kedepannya dapat membongkar bagaimana kekuasaan ternyata meperdaya kita sebagai seorang manusia yang menjadi seorang warga. 
terima kasih, semoga dalam usia yang semakin matang beliau dapat terus mengembangkan keilmuan, dan kajian-kajian sosial baik tingkat lokal Sumatera Utara dan Nasional bahkan Internasional. Tetap Membaca dan selalu menghadirkan distinction  dalam artian invoasi. 

Medan 121216.
Feriyansyah

Test Wawasan Kebangsaan PKn MKU Billingual Mathematics

Senin, 07 November 2016

Untuk Mengikuti ujian test wawasan Kebangsaan siahkan Klik disini

Terima kasih

Feriyansyah

SURVEY PEMILIHAN PRESIDEN

Rabu, 28 September 2016

SURVEY PEMILIHAN PRESIDEN Institute Studi Kewarganegaraan saat ini sedang menyelenggarakan sebah survey apaila saat ini dilaksanakan Pemilihan Presiden dengan Calon Presiden adalah seluruh Preisden Indonesia yang pernah menjabat di Indonesia. Terima kasih atas partisipasi anda, Hoarmat kami, Institute Studi Kewarganegaraan FERIYANSYAH, M.Pd.

POLA MAKANAN SEIMBANG MEWUJUDKAN GENERASIMUDA YANG SEHAT

Rabu, 27 Juli 2016


OLEH
ILHAM ISLIYANSYAH
5133142016
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan

PENGANTAR : MENCIPTAKAN NEGARA YANG KUAT DENGAN WARGA YANG SEHAT
OLEH FERIYANSYAH, M.PD.Dibawah ini merupakan tulisan dari hasil tugas mahasiswa saya dalam mata kuliah PKn MKU di Universitas Medan Jurusan Tata Boga. Diksursus Kewarganegaraan tidak lepas dari usaha pencerdasan warga. Untuk mewujudkan warga yang cerdas harus di dukung oleh kondisi fisik yang prima, fisik yang prima didukung oleh  asupan dan pola makan yang jelas bergizi, khususnya ketika masa perkembangan. Keluarga menengah ketas pasti mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya, maa jangan heran ketika anak-anak orang menengah ketas lebih mumpuni dalam kecerdasan kerena di dukung asupan gizi yang sesuai. Bagaimana anak-anak kelompok warga yang termarjinalkan ? yang keseharian untuk bertahan hidup, yang penting makan, tidak memahami apakah makanan itu bergizi atau tidak. Kecerdasan warga dalam bidang ke-bogaan menjadi kajian menarik dalam perkuliahan di kelas Tataboga Unimed. Terima kasih Selamat Membaca.
 
ABSTRAK

Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia yang Sehat dan berkualitas, generasi muda yang sehat memiliki fisik yang tangguh, mental yang kuat, kesehatan yang prima, serta cerdas. Bukti empiris menunjukkan bahwa hal ini sangat ditentukan oleh status gizi yang baik, dan status gizi yang baik ditentukan oleh jumlah asupan pangan yang dikonsumsi. (Unicef, 1990).
Ternyata pola hidup sehat adalah sesuatu hal yang harus diperjuangkan dengan sesungguh hati dan membutuhkan komitment tinggi selama kita hidup , karena taruhannya adalah kesehatan diri sendiri . Seperti yang sering dikatakan bahwa ” Bagaimana kualitas kesehatan, adalah manifestasi dengan apa yang kita makan selama ini. Kesehatan anak dimulai dari asupan makanan di pagi hari. Anak-anak yang mengkonsumsi sarapan tiap harinya akan menjadi lebih kreatif, memiliki kemampuan memecahkan masalah, serta kesadaran emosi dan perilaku yang lebih baik.
Namun sayangnya, tidak banyak keluarga di area terpencil yang bisa mendapatkan makanan sehat. Berdasarkan studi dari Food and Agriculture Organization of the United Nations, keluarga dengan pendapatan rendah cenderung tidak mampu memberikan makanan sehat untuk anak mereka seperti telur, sayur mayur, dan daging dibandingkan dengan keluarga dengan penghasilan yang lebih tinggi.
Kata kunci : Pola Makan Seimbang, Generasi Muda, Sehat




PENDAHULUAN
 Pembangunan suatu bangsa merupakan upaya pemerintah bersama masyarakat dalam mensejahterakan bangsa. Keberhasilan pembangunan nasional ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Kesehatan, pendidikan, dan ekonomi merupakan tiga pilar utama penentu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.
Pemilihan jenis makanan yang sehat akan berpengaruh pada kesehatan anda. “Dalam sehari,untuk memenuhi gizi yang seimbang Anda harus mengonsumsi makanan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamindan mineral, “kata Prof.Made. Setiap gizi ini terdapat di dalam jenis makanan yang berebeda-beda. Maka, perhatikanlah kandunga zat yang terkandung di dalam makanan sehingga Anda akan lebih mudah mengatur menu makanan yang akan diasup.
KARBOHIDRAT . Ini merupakan sumber energi atau kalori utama bagi tubuh. Karbohidrat dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan dan minuman . Terdapat dua macam karbohidrat, yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana .Karbohidrat kompleks memberikan energi yang lebih lama bagi tubuh karena diserap secara perlahan oleh tubuh. Sumber karbohidrat kompleks antara lain beras, jagung, sereal, oat, roti, tepung,mi,dan pasta. Sedangkan karbohidrat sederhana memiliki sifat dicerna segera untuk menghasilkan energi saat itu. Gula, selai, dan permen merupakan contoh karbohidrat sederhana. Sehingga, pilihlah makanan sumber karbohidrat kompleks untuk memenuhi kebutuhan energi Anda sehari-hari.
LEMAK Kandungan yangbiasa disebut dengan lipid,menghasilkan energi paling banyak diantara zat gizi makro lainnya dan merupakan bentuk utama simpanan energi tubuh. Lemak juga membantu  tubuh menyerap vitamin yang larut lemak seperti vitamin A,D, E, dan K. Banyak sumber makanan yang mengandung lemak dengan jumlah yang berbeda-beda. Sumber lemak tidak jenuh sehat di antaranya adalah minyak zaitun, canola, kacang kedelai, jagung, sunflower, kacang, dan minyak sayur Lainnya; mentega bebas Lemak trans; kacang­ kacangan, kecambah ,dan avocad; serta ikan berlemak seperti   salmon. Pola konsumsi yang yang terlalu rendah lemak, kurang dari 20% kalori, dapat meningkatkan risiko tidak cukupnya asupan vitamin E dan asam lemak esensial.
PROTEIN Ini adalah komponen structural utama dari jaringan lunak, organ,dan otot. Asam amino yang terkandung di dalam protein diperlukan untuk menghasilkan dan memelihara selaput sel,hormon, sel darah, sel tubuh, kekebalan, dan enzim yang penting bagi proses tubuh seperti pencernaan makanan. Protein banyak terdapat dalam sumber makanan hewani dan nabati. Ikan, unggas, dan telur merupakan   sumber protein penting. Ikan kaya dengan lemak omega 3. Ayam dan kalkun juga merupakan sumber protein yang baik dan rendah lemakjenuh. Kacang­ kacangan kering, kacang-kacangan polong, kacang-kaca ngan, kedelai, dan biji-bijian utuh (wholegrains) adalah sumber protein nabati.
VITAMIN & MINERAL  Meskih hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, vitamin dan mineral merupakan zat gizi yang cukup penting bagi tubuh. Vitamin dan mineral banyak ditemukan pada buah­ buahan dan sayuran. Konsumsi sayur dan buah secara rutin dapat menurunkan risiko serangan jantung atau stroke, melindungi dari berbagai jenis kanker, tekanan darah yang normal,dan banyak penyakit lainnya. Mineral seperti kalsium bisa didapatkan pada produk susu. Kebutuhan vitamin D yang tidak terpenuhi dari asupan makanan sehari-hari dapat dipenuhi dengan suplementasi vitamin D.
            Generasi muda sekarang ini menjadi bahan pembicaraan oleh semua kalangan masyarakat, karena generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang nantinya sebagai pemegang nasib bangsa ini, maka generasi mudalah yang menentukan semua apa yang dicita-citakan bangsa dan Negara ini.
Kata ”Generasi” sebagaimana sering diungkapkan dengan istilah “angkatan “seperti ; angkatan 66, angkatan 45, dan lain sebagainya. Pengertian generasi menurut Prof. Dr Sartono Kartadiharjo : “ditinjau dari dimensi waktu, semua yang ada pada lokasi sosial itu dapat dipandang sebagai generasi, sedangkan menurut Auguste Comte ( Pelopor sosiologi modern ) : “generasi adalah jangka waktu kehidupan sosial manusia yang didasarkan pada dorongan keterikatan pada pokok-pokok pikiran yang asasi”.Menurut John Stuart Mill dalam bukunya Endang Sumantri ; “Generasi yaitu setiap

RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud dengan pola makanan yang seimbang ?
2.       bagaimana cara mewujudkan generasi muda yang sehat?

PEMBAHASAN
Pengertian Pola Makan Sehat  Pola makan sehat adalah pengaturan makanan dengan mempertimbangkan asupan kandungan zat gizi di dalamnya. Gizi adalah sari makanan yang bermanfaat untuk kesehatan, dan zat gizi terdapat dalam makanan yang berasal dari hewan (hewani) dan tumbuh-tumbuhan (nabati). Tiga zat gizi yang utama dan diperlukan tubuh adalah karbohidrat, protein, dan lemak. Ketiganya kerap disebut sebagai zat gizi makro. Sementara itu, zat gizi lainnya yang tak kalah penting adalah vitamin dan mineral, yang disebut juga dengan zat gizi mikro. Selain kedua kelompok zat gizi tersebut, tubuh kita juga memerlukan air dan serat untuk memperlancar proses metabolisme. Karena itulah, pola makan sehat mensyaratkan untuk mengonsumsi aneka ragam makanan untuk mendapatkan semua zat gizi yang diperlukan tubuh.
Kekurangan salah satu unsur zat gizi akan menyebabkan tubuh kita mengalami gangguan atau menderita penyakit. Begitu pun sebaliknya, kelebihan gizi akan menyebabkan gangguan kesehatan. Itu sebabnya kita perlu menerapkan pola makan seimbang dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. Makanan dengan gizi seimbang dalam pola makan sehat adalah makanan yang mengandung:
  • Zat tenaga (kalori) diperlukan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Zat ini sebagian besar didapatkan dari karbohidrat dan lemak, hanya sedikit dari protein. Bahan makanan sumber zat tenaga dan karbohidrat antara lain beras, jagung, gandum, ubi jalar, kentang, sagu, roti, mie, pasta, makaroni, dan tepung-tepungan. Zat tenaga juga bisa didapat dari gula murni yaitu sukrosa, glukosa, atau laktosa. Sementara itu, sumber zat tenaga dan lemak antara lain lemak hewani, minyak, santan, margarin, dan mentega.
  • Zat pembangun (protein) penting untuk pertumbuhan dan mengganli sel-sel yang rusak. Protein kebanyakan didapat dari bahan makanan hewani seperti daging, ikan, ayam, telur, udang, kerang sari, keju, susu, dan lain-lain.
  • Zat pengatur berperan dalam kelancaran proses metabolisme atau bekerjanya fungsi organ tubuh. Zat ini ditemukan pada semua sayuran dan buah yang mengandung berbagai vitamin dan mineral.
Selain zat gizi yang telah dipaparkan di atas, tubuh kita juga memerlukan serat. Selain untuk memperlancar metabolisme, serat juga berfungsi memenuhi rongga perut (bulky), memperlancar proses buang air besar, dan memengaruhi penyerapan zat gizi dalam usus. Serat juga berikatan dengan asam empedu yang mengandung kolesterol lalu mengeluarkannya dari tubuh melalui feses, sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol.

Generasi muda sekarang ini menjadi bahan pembicaraan oleh semua kalangan masyarakat, karena generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang nantinya sebagai pemegang nasib bangsa ini, maka generasi mudalah yang menentukan semua apa yang dicita-citakan bangsa dan Negara ini.
Kata ”Generasi” sebagaimana sering diungkapkan dengan istilah “angkatan “seperti ; angkatan 66, angkatan 45, dan lain sebagainya. Pengertian generasi menurut Prof. Dr Sartono Kartadiharjo : “ditinjau dari dimensi waktu, semua yang ada pada lokasi sosial itu dapat dipandang sebagai generasi, sedangkan menurut Auguste Comte ( Pelopor sosiologi modern ) : “generasi adalah jangka waktu kehidupan sosial manusia yang didasarkan pada dorongan keterikatan pada pokok-pokok pikiran yang asasi”.Menurut John Stuart Mill dalam bukunya Endang Sumantri ; “Generasi yaitu setiap.
Demi mewujudkan generasi sehat seharusnya memberikan gizi yang cukup saat sebelum belaksanakan kegiatan yang membangun bangasa, seperti menyiapkan sarapan sebelum pergi sekolah, dll. Dengan demikian akan terwujudnya generasi muda yang sehat dan cerdas.


KESIMPULAN
Keberhasilan pembangunan negeri dengan pola makan generasi yang sehat yang di upayakan  oleh pemerintah dan masyarakat sangat ditentukan oleh generasi muda yang sehat agar bangsa bisa maju. Dengan pola makanan yang sehat berkualitas diisikan dengan fisik yang tangguh, kesehatan yang prima, dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi. Untuk menciptakan fisik yang tangguh dan kesehatan yang prima dimulai dari kesehatan ibu selama masa kehamilan dijaga dari asupan gizi makanan yang dikonsusmsi setiap harinya sehingga melahirkan generasi muda yang sehat dan cerdas memiliki ilmu pengetahuan serta dapat bersaing di bidang teknologi dan terus meningkatkan kualitas  Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
Ali Khomsan. 2004. Peranan Pangan dan Gizi Untuk Kualitas Hidup. Jakarta: PT Grasindo.
DEPKES. 2000. Profil Kesehatan Indonesia 2000. Jakarta: Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI.
Ali Khomsan. 2004. Peranan Pangan dan Gizi Untuk Kualitas Hidup. Jakarta: PT Grasindo.

Crazy Master ROMO DEWA.2013. Menjadi Generasi Muda Yang Sehat, Cerdas, Bijaksana & Kaya-Raya . Jakarta: PT.Visimedia

Lorem

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Ipsum

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Dolor

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.