Feriansyach

Dimensi warga negara bukan hanya Hukum dan Politik, tetapi mencakup berbagai dimensi kehidupan sebagai warga negara (Feriyansyah)

Warga Negara Digital

Warga Negara Digital Melahirkan Budaya Kewarganegaraan Baru (Feriyansyah)
 

Pendidikan Kewarganegaraan

Minggu, 10 November 2013


Assalamualaikum, wr,wb

inalillahi wa inalillahi rojiun,  blog ini) merupakan tanggung jawab besar.  Hal ini merupakan amanah besar untuk menambah sumber rujukan kajian Kewarganegaraan di Indonesia. Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah meridhoi lahirnya blog 'pendidikan kewarganegaraan' semoga dapat memberikan manfaat kepada peminat kajian kewargenegaraan. shalawat dan salam  kepada Rasulullah yang telah memberikan teladan bagaimana membentuk masyarakat Madani. Terima kasih kepada guru-guru saya baik yang formal dan informal, terima kasih atas wejangan yang telah diberikan kepada saya. 


Ketika kita mendengar "Pendidikan Kewargenegaraan" pastinya pikiran kita akan tertuju hanya sebuah mata pelajaran dalam struktur kurikulum pendidikan di Indonesia yang diajarkan dari Pendidikan Anak Usia Dini sampai dengan tingkat Perguruan Tinggi. Memang, keilmuan PKn di Indonesiapertama kali tumbuh dan berkembang di Perguruan Tinggi Pendidikan Guru dan program pendidikan bagi  warga negara terjadi disekolah sehingga PKn berkembang di LPTK. Secara tradisi jurusan PKn sudah ada di PTN eks IKIP yang ada di Indonesia, ditambah lagi dengan STKIP dan FKIP yang ada di Indonesia. 

Dalam kajian Pendidikan Kewargenegaraan kita akan akrab dengan beberapa istilah , seperti :


  1. Civic,
  2. Citizen
  3. Civics
  4. Citizenship
  5. Civic Education
  6. Citizenship Education
  7. Social Studies
Sebagai awal kajian PKn kita harus mulai memahami beberapa istilah diatas, karena istilah-istilah diatas telah menghiasi khasah keilmuan PKn. Sehingga kita dapat mengkajinya, selanjtnya sebagai seorang akademisi di program PKn penulis berpendapat bahwa perlu diajarkan secara mendalam agama masing-masing dari peserta. Karena Indonesia merupakan negara beragama, tidak mungkin kita mengkaji Indonesia tanpa memahami agama yang ada di Indonesia.  Selanjutnya peserta diberikan landasan filosofi yang kuat dalam kajian PKn. Dalam hal ini saya berpedapat bahwa PKn bukan merupakan program untuk men-Sekulerkan Warga Negara Indonesia, tetapi bertujuan membentuk warga negara yang cerdas dan sholeh sebagai amanah Pembukaan UUDNRI Tahun 1945 dan Sila-I Pancasila 'KeTuhanan Yang Maha Esa. 

Demikian, pembukaan dari blog yang akan fokus mengkaji isu-isu akademik dari PKn di Indonesia.

Hormat Saya

FERIYANSYAH








0 komentar:

Posting Komentar

Comment as a good and Smart Digital Citizens, "say no to plagiat"

Lorem

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Ipsum

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Dolor

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.