Feriansyach

Dimensi warga negara bukan hanya Hukum dan Politik, tetapi mencakup berbagai dimensi kehidupan sebagai warga negara (Feriyansyah)

Warga Negara Digital

Warga Negara Digital Melahirkan Budaya Kewarganegaraan Baru (Feriyansyah)
 

Partisipasi Politik Warga Negara dalam Pemilu

Rabu, 08 Januari 2014

Oleh

FERIYANSYAH

Indonesia merupakan negara demokrasi langsung Direct Democration terbesar di dunia. Oleh karena itu Indonesia menjadi sebuah negara dengan penyelenggaraan pemilu terbanyak. Pemilu di Indonesia dalam tingkat rendah pemilihan kepala desa, pemilihan bupati/walikota, pemilihan gubernur, pemilihan Presiden dan wakil presiden, pemilu legislatif.tetapi dengan banyaknya pemilu yang terjadi tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu belum signifikan.
Fenomena yang paling baru, Golput menjadi pemenang dalam beberapa pemiihan umum kepala daerah (Pemilukada). Seperti Pmelihan Kepala Daerah di Jawa Barat dan Sumatera Utara bahwa persentase masyarakat yang golput lebih besar dari persentase pemenang pemilukada.  Faktor apakah yang menyebabkan fenomena ini terjadi? Ataukah trust (kepercayaan) masyarakat terhadap pemerintah semakin rendah? merupakan pertanyaan mendasar yang muncul jika kita melihat hal ini.
Demokratisasi adalah reformasi demokratik-liberal yang maju, yang mengimplikasikan pemberian kebebasan-kebebasan dasar dan perluasan partisipasi populer dan pilihan elektoral (Kalidjernih 2010:29). Jadi, Hakikat demokratisasi adalah keterlibatan aktif warga negara atau partisipasi warga negara dalam pengambilan kebijakan. Oleh karena itu, partisipasi warga negara merupakan nyawa utama dari demokrasi. Proses demokratisasi tidak lepas bagaimana mendidik warga negara untuk menjadi warga negara yang demokratis. Oleh karean itu Pendidikan Demokrasi menjadi solusi dari rendahnya partisipasi warga negara.
Pendidikan demokrasi memiliki 3 tujuan pokok yaitu  :
1.      Memfasilitasi warganegara untuk mendapatkan berbagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktik untuk berbagai konteks kehidupan sehingga ia memiliki wawasan yang luas dan memadai (well-informed)
2.      Memfasilitasi warganegara untuk dapat melakukan kajian konseptual dan operasional secara cermat dan bertanggungjawab terhadap berbagai cita-cita, instrumentasi dan praksis demokrasi guna mendapatkan keyakinan dalam melakukan pengambilan keputusan  individual atau kelompok dalam kehidupannya sehari-hari berargumentasi atas keputusannya itu
3.      Memfasilitasi warganegara untuk memperoleh dan memanfaatkan kesempatan berpartisipasi secara cerdas dan bertanggungjawab dalam praksis kehidupan demokrasi di lingkungannya, seperti mengeluarkan pendapat, berkumpul dan berserikat, memilih, serta memonitor dan mempengaruhi kebijakan publik.
( Winataputra US dan Budimansyah D, 2007 : 219)

Dalam Tujuan yang ketiga dari Pendidikan demokrasi adalah mefasilitasi agar warga negara dapat berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam praksis kehidupan demokrasi dilingkungannya. Pemilu merupakan partisipasi dasar bagi seorang warga negara, karen sudah terjadwal dan sangat menentukan.
Keterlibatan warga negara dalam Pemilihan Umum merupakan keterlibatan dasar, partisipasi dasar bagi warga negara. rendahnya partisipasi warga negara dalam pemilihan umum merupakan manifest dari masih belum optimalnya pendidikan politik, pendidikan demokrasi dan pendidikan kewarganegaraan bagi warga negara. sehingga warga negara menjadi apatis dan memilki trust (kepercayaan) yang rendah terhadap pemerintah. Citizen Participation is fundamental to democratic governance. The problem has been addressed in the citizen participation literature in a myriad of ways, including the use of technology to involve citizens in the decision making process. (D’Agostino, 2006:2) Partisipasi warganegara adalah hal fundamental dalam tata pemerintahan yang demokratis. Masalah sudah ditujukan di dalam partisipasi warganegara dalam banyak cara, termasuk di dalamnya pemakaian teknologi untuk melibatkan warganegara dalam proses pengambilan keputusan.


Daftar bacaan
Winataputra US dan Budimansyah D, (2007). Civic Education : Konteks, Landasan, Bahan Ajar dan Kultur Kelas, SPS UPI Bandung.

D’Agostino, Maria J. (2006). Social Capital: Lessons from a Service-Learning Program. Center For Civic Engagement. Park University International

0 komentar:

Posting Komentar

Comment as a good and Smart Digital Citizens, "say no to plagiat"

Lorem

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Ipsum

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Dolor

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.